Mungkin seharusnya yang dilakukan ku pada pagi ini ialah, datang ke rumahmu, lalu menemuimu, memberikan sebuah pelukan dan mungkin sebuah ciuman jika itu memang memungkinkan atas kebersamaan kita selama ini. Atau mungkin harus lebih istimewa? Menemuimu, memberikan pelukan, lalu beberapa hadiah semisal coklat, bunga, boneka, atau hal lainnya yang bisa kau anggap romantis lalu mengajakmu pergi berdua, menghabiskan sabtu pagi hingga malam menjelang lalu melakukan makan malam yang romantis. Seharusnya. Tapi ya itu seharusnya, hal hal seharusnya itu tidak terjadi dalam realita, karena hanya ada dalam anganku sahaja, atau mungkin juga anganmu?
Realitanya, aku berada ratusan kilometer dari keberadaanmu saat ini, entah itu tempat tidurmu, atau tempat dimana kau berkuliah, tapi aku tidak pikir, karena yang jadi satu satunya pikiranku adalah, jarak yang ada diantara kita saat ini, kemarin, dan mungkin juga esok seterusnya hingga salah satu dari kita memiliki keinginan yang sangat kuat untuk bisa bertemu. Ya, realitanya, aku berada di Yogyakarta, dan kau bisa saja berada di rumahmu yang di Depok, atau tempatmu berkuliah di Jakarta bagian selatan sana. Realitanya, seperti biasa, kita menghabiskan waktu kebersamaan kita dalam ketidak bersamaan, mengakui keberadaan dalam ketidak beradaan.
Ya, kita telah terbiasa bersama dan bertemu dalam sebuah dunia yang tak nyata, menggunakan imajinasi dan angan sebisa mungkin agar tetap bisa merasa ada, mengandalkan mimpi sebagai media untuk bersua dalam segala ketidakmungkinan untuk berjumpa, dan mengingat segala memori yang telah tercipta sebagai pencipta suka. Dan tak ada lagi yang bisa kutulis, selain menginginkanmu untuk bisa terus bersama.
Tepat tanggal 24 September 2011 ini, kita berada di bulan ke delapan, setelah kamu memutuskan untuk kembali bersama. Setelah kamu membisikan beberapa patah kata di telingaku sebelum kamu kembali ke Jakarta delapan bulan yang lalu. Setelah semua kegilaan yang telah kita lakukan baik dalam keadaan waras dan tidak, dan setelah semua emosi yang kita punya diperlihatkan agar tetap bersama. Aku berterima kasih karena kamu telah mau bersabar dan memberi apa yang sangggup kau beri.
Yours, Ams.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar