Jadi begini, kemarin, kamis, 26 april 2012, saya baru saja
menonton sebuah film buatan orang Indonesia yang berjudul Modus Anomali. Film
yang katanya bergenre thriller, iya bukan? Saya juga kurang paham mengenai
genre dalam sebuah film. Film ini ditulis dan disutradarai oleh seorang yang
bernama Joko Anwar. Orang – orang pasti tau siapa dia.
![]() |
| Poster Modus Anomali |
Saya lupa berapa lama durasi dari film ini, tapi yang pasti
cukup lama untuk bisa memahami isi dari film ini. Satu hal yang dapat saya
katakana mengenai film ini adalah, gila, indah, menyenangkan, mengibur dan
layak untuk ditonton. Saya tidak bermaksud untuk mempromosikan film ini, karena
saya bukan sebagian dari kerabat kerja
dari film ini, itu hanya apa yang saya rasakan seusai menonton film ini.
saya menonton film ini bersama beberapa teman, dan kebetulan kami adalah orang
– orang yang cukup mengetahui tentang masalah teknis dan non teknis dari
pembuatan sebuah film, meski kami memang belum bisa membuat film “sebesar” film
ini.
Seusai menonton film ini, ada sedikit beberapa komentar yang
terlontar dari teman – teman saya. “film murah, mosok, lokasine neng kono tok,
bocor nengdi nengdi, kamerane goyang parah” (film murah, masa lokasinya Cuma
disitu aja, bocor dimana – mana, kameranya goyang payah). “filmnya Cuma mau
pamer kamera doing itu mah, mentang mentang pake redcam”. “iya, filmnya
ketolong talent sama kamera”, beberapa juga ada yang mengatakan “ filme apik,
jalan ceritane sip” (filmnya bagus, jalan ceritanya oke) . Lucu memang.
Saya tidak menyalahkan apa yang mereka katakan tentang film
ini, toh di negara ini kita bisa bebas berpendapat bukan? Saya juga bukan siapa
siapa dari film ini, saya hanya berbeda pendapat dengan mereka. Saya sendiri
tidak aneh dengan apa yang ditampilkan di film ini, dari jalan cerita sampai
dengan apa yang terjadi. Karena, ya saya juga cukup sering menonton film – film
dengan isi yang cukup mengganggu. Tapi saya tidak bermaksud untuk membuat
perbandingan. Saya hanya merasa senang, ada orang yang mau membuat film seperti
ini di negara ini. Saya merasa bosan terus dijejali film – film setan porno,
komedi porno, ataupun drama porno, oh maaf bukan porno, tapi memaksakan porno.
Memang tidak semua film buatan Indonesia seperti itu, tapi mayoritasnya. Iya.
Film ini mungkin memang bukan apa apa bila dibandingkan
dengan film – film Holywood ataupun film lainnya yang bergenre sama buatan
orang luar sana . Tapi ya saya rasa cukup jauh saja perbandingannya apa bila
memang benar dibandingkan dengan mereka itu, tapi tidak apa apa, terserah saja.
Tapi ya apabila dibandingkan dengan film – film di negara ini, pantaslah untuk
ditonton. Hitung – hitung daripada menonton film setan yang memaksakan porno
hanya untuk mendapatkan sebuah pelukan dari teman gadis yang diajak menonton bersama, saya rasa
lebih baik menonton film ini.
Oh ya, satu hal yang dapat saya simpulkan dari filmi ini.
Manusia membunuh manusia lainnya karena hal – hal yang sepele. Sebuah gambaran
tentang manusia saat ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar