Air mata katanya
Serupa memang bentuknya
Tapi tak tahu apa artinya
Mungkin hanya tipu belaka
Terbuka mulutnya lebar – lebar
Ada perasaan berdebar – debar
Sekian lama telah bersabar
Ia merasa seperti ditampar
Dia meringis
Ditemani isak tangis
Tapi mengapa ada senyum manis?
Sungguh sadis
Ada amarah yang disimpan
Tapi ia sungkan
Merasa seperti tertekan
Hancur sudah semua harapan
Dua
Hazmi iskandar
07 – 05 – 2012, Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar