13 Mei 2010

Catatan sepulang dari pantai

Tanggal 11 dan 12 kemarin, saya berada di pantai Carita bersama teman teman di 12 IPS 1 dalam rangka perpisahan. Meski hanya 18 orang yang ikut, yaitu saya, Agung, Ambar, Avri, Arab, Arom, Ardo, Dimas, Eten, Faiz, Iye, Imron, Jane, Karin, Kicuy, Rio, Simon dan Sule, tapi itu tidak menyurutkan niat kami untuk tetap berangkat. Dan akhirnya walikelas saya dan keponakannya ikut dalam perjalanan, 2 orang teman saya yang berasal dari kelas lain pun ikut untuk meramaikan suasana sehingga peserta yang ikut menjadi 22 orang :D
Padahal hanya 5 orang anak perempuan yang ikut, tapi untungnya mereka tidak mempermasalahkannya. He

Dalam jadwal diberitahukan bahwa kita akan berkumpul jam 6 tapi pada kenyataannya baru terkumpul sekitar jam 7n, hhe. Jam karet memang sedang populer sekarang. Dan akhirnya jam setengah 8 kita berangkat menuju tempat tujuan. Diawal perjalanan tentunya kita berdoa terlebih dahulu agar selamat sampai tujuan 

Ketika sudah masuk jalur tol, saya merasakan sesuatu yang aneh pada perut saya, saya merasa mual :/ ah sial! Umpat saya dalam hati, karena harus merasakan mual diperjalanan, pasti karena saya belum tidur dan terkena angin dijalan ini. Tapa untungnya saya tidak jackpot. Hhe. Saya sempat memutuskan untuk tidur, tapi sial, teman teman saya tidak senang melihat saya tertidur, mereka selalu saja membangunkan saya, ketika saya belum lama terlelap, dan selalu dengan becandaan yang sama “ woy! Emangnya hotel! Tidur disini!” dan saya hanya bisa memaki mereka sambil tertawa tapi juga sedikit kesal. Hhe.

Sekitar jam 12, kita tiba disebuah kondominium dipesisir pantai carita, tempat kami menginap berada di lantai 3, cukup besar, nyaman, ada balkon yang menghadap ke arah pantai, ada dapur, 2 kamar mandi. 3 kamar tidur full ac, dan tv ber parabola. Yaaa enaklah pokonya :D

Setelah check in semua mulai sibuk ada yang membereskan barang bawaan, membereskan tempat tidur, ada yang mulai memasak untuk makan siang, dan saya? Saya sibuk memakan bekal makanan yang tidak sempat saya makan diperjalanan, saya makan karena perut saya benar benar tidak bisa diajak berkompromi, saya sangat merasa mual, jadi saya memutuskan untuk makan agar tidak sakit. Selesai beres beres, dan makan siang, beberapa teman saya sudah mulai tak sabar untuk segera berenang di pantai, dan mereka juga mengajak saya, kerana mereka tau kalau saya ini anak pantai, jadi pasti suka berenang. Hhe, ngga ngga. Itu bercanda. Tapi perut saya masih mual, padahal saya sangat ingin untuk berenang, tapi untungnya saya sangat jago berspekulasi, jadi saya berspekulasi mungkin saja setelah berenang nanti keadaan saya akan membaik, padahal ini adalah salah satu bukti betapa idiotnya saya. Hha, karena spekulasi saya benarbenar tidak terbukti! Hhe.

Akhirnya saya pun tertarik dengan ajakan mereka dan mulai turun ke pantai. Setelah bosan hanya memandangi lautan, saya pun lari kepantai dan langsung berenang, dan akhirnya teman saya yang tadi hanya melihat, ikut saya berenang. Hhe. Satu hal yang saya lupakan mengenai pantai adalah betapa asinnya air di pantai! Saya benar benar lupa, jadi saya berenang dengan santainya dan mencoba melawan ombak yang sedang, namun karena mulut saya terbuka, masuklah itu air laut, dan memenuhi mulut dan syaraf syaraf lidah saya bekerja untuk mengenali rasa air laut itu, dan ASIN! Saya benar benar kewalahan mencegah air laut masuk ke mulut saya, karena apabila terlalu banyak, rasanya menjadi pedas! Hhe. Cowboy cowboy carita pun mulai beraksi menawarkan papan surfing mini untuk disewakan, kepada kami, dan kami cukup tertarik untuk mencobanya, jadi kami menyewanya, dan ternyata memang seru berenang dengan papan surfing terbawa oleh ombak, apalagi ketika tergulung oleh ombak, waaah, sensasinya memang keren, apalagi ketika ombak yang datang benar benar besar, itu benar benar memiliki senasi sendiri :D tapi sayang, saya harus kehilangan baju yang saya beli di Jogja, baju saya hilang terbawa ombak. Lalu setelah aga capai, kami pun berisitirahat di pinggiran pantai, sambil berfoto ria, dan cowboy pun mulai menawarkan pelayanan selanjutnya, Banana Boats. Meski pada awalnya kami kurang tertarik karena harga yang ditawarkan kurang bersahabat, tapi setelah mengadakan negosiasi yang cukup panjang, harga pun menjadi Rp 15. 000 / orang, dan kami memutuskan untuk naik.

Kloter pertama ada saya, Avri, Bento, Eten, Imron, Iye, Oon, kami pun berangkat menuju ketengah dengan kapal, setelah sampai di Banana Boats kami harus berpindah dari kapal ke Banana Boats, dan itu cukup sulit. Dan setelah naik, kami pun diajak berkeliling di perairan yang aga jauh dari daratan dan dari apa yang cowboy bilang kepada kami bahwa kedalaman disini itu sekitar 5 orang biasa, yang artinya kedalaman disini adalah 5 kalinya tinggi badan saya. Dan kalau saya tercebur sudah pasti tidak akan menginjak daratan. Hhe. Dalam perjalanan mengitarngitar kami dijatuhkan 3 kali, dan ketika dijatuhkan rasanya benarbenar tidak enak! Air lautnya bisa saja tertelan dan rasanya benarbenar pedas! Satu yang sangat saya sayangkan adalah, lautnya cukup kotor karena diperjalanan saya sering melihat sampah mengambang. Hmm.

Setelah selesai, kamipun dikembalikan ke pesisir, saya pun bergegas menuju kondo untuk segera membersihkan diri dari pasir sekaligus mandi tentunya. Seusai mandi badan saya menggigil, pala saya berat dan hidung saya tersumbat dan akhirnya saya memutuskan untuk tidur saja. Saya merasa kesal kenapa saya harus sakit disaat liburan seperti ini, teman teman saya yang lain bisa dengan tenangnya bercanda dan mengobrol. Huuuh. Tapi setelah, makan minum obat, minum susu, dan tertidur selama 3 jam, kesehatan saya pun membaik. Hhe, benar dugaan saya, saya memang hanya butuh istirahat yang cukup. Setelah cukup sehat sayapun bergabung kembali bersama teman teman, dan tertidur di kamar yang dipenuhi oleh teman teman yang lain sehingga membuatnya menjadi sempit! Saya benar benar berterima kasih kepada teman teman saya yang sudah baik, mau membantu disaat saya sakit kemarin 

Pagi esok harinya setelah sarapan, saya, Avri, Bento, Iye, dan Simon berjalan jalan disekitar pantai, lalu kami ke sebuah penginapan yang berada cukup jauh dari kondo, Oon yang memang kelasnya belum perpisahan melalukan survey untuk mengetahui harga dan fasilitas yang disediakan di situ. Setelah selesai kami pun kembali menuju kondo, ketika kami sampai di pantai yang berada di depan kondo, ternyata 3 orang teman saya sudah bersurfing ria, memang sewaktu berjalan tadi saya cukup kagum dengan ombaknya, rasanya ingin segera buka baju lalu mandi, oh ngga, maksud saya ingin segera bersurfing ria. Hhe. Tak sabar, saya pun bergegas berganti kostum, dan menceburkan diri ke pentai, tidak lupa menyewa papan dari cowboy yang sudah siap menunggu. Hhe. Pada saat sedang bersurfing hujan pun turun, dan itu menambah sensasi tersendiri, belum lagi ombaknya menjadi lebih hebat, sangat asyik untuk bersurfing. Hhe.

Setelah bersurfing kita mendapat tawaran untuk melihat terumbu karang di pulau seberang, yang nyatanya bukanlah terumbu karang, melainkan hanya karang biasa, kami sempat kesal memang, 15 ribu keluar hanya untuk melihat karang biasa, namun untungnya hal itu cukup terbayar dengan segala keseruan yang terjadi di Banana Boats dalam perjalanan menuju pulau, ombak yang besar, memberi sensasi tersendiri dalam perjalanan. Hhe. Tapi karena itu juga selama dalam perjalanan mulut saya komat kamit membaca doa agar selamat. Hhe. Teman saya Iye, hanya bisa diam karena dia trauma gara gara ikatan pelampungnya tercopot, dan membuatnya hampir tenggelam kemarin sewaktu bermain Banana Boats. Hha. Sesampainya di tempat yang para cowboy bilang ada terumbu karangnya padahal Cuma karang kami bertemu dengan teman kami dari IPA 4 yang juga sedang perpisahan. Kami sempat merasa terdampar, ketika hanya tersisa kami disini, belum lagi hujan membuat suhu udara menjadi dingin, jadi saya hanya ingin cepat cepat pergi dari tempat ini. Sewaktu menunggu salah satu cowboy yang ditinggal bilang “ nanti mah ga usah dijatohin juga pasti jatoh, soalnya nanti ngikutin ombak, dan kalau ombaknya gede yaa banana boatsnya kebawa” setelah mendengar itu saya memutuskan untuk naik dikapalnya saja, begitu juga Iye yang sudah trauma. Hhe. Dan benar saja ketika dalam perjalanan pulang 2 kali banana boatsnya terbawa, dan jatuh. Hhe. Setelah cukup lama akhirnya kami dekembalikan ke pesisir, tapi teman teman saya yang dari banana boats dipindahkan dulu ke kapal, dan salah satu cowboy ditinggal disana, ditengah perairan yang dalam, dan ombak yang besar, dia duduk dengan tenang di banana boat layaknya pemeran utama di film Baywatch yang sedang menjaga pantai. Hha. Sampai di pesisir kami berlari menuju kondo karena hari sudah terlalu siang dan teman teman yang berada di kondo pasti sudah bete menunggu, dan benar saja. Saya mencoba tidak perduli dan langsung menuju kamar mandi.

Setelah semua siap, semua keluar dari kondo, dan menuju ke bis yang sudah menunggu, dan pulang menuju Depok, memang perut saya ini keroncongan tapi saya harus bersabar sampai menemukan indomart, dan setelah menemukan indomart, saya dan beberapa teman teman saya memutuskan untuk membeli popmie, selain untuk mengisi perut, juga untuk menghangatkan badan. Setelah masuk tol, di dalam bis mulai sepi, kerena rata rata sudah tertidur, dan saya juga memutuskan untuk tidur. Hhe.

Sesampainya di Depok, saya diantar teman saya kerumah, karena rumah saya memang jauh dari mana mana, jadi dia berbaik hati untuk mengantar saya kerumah.
Sesampainya di rumah ibu saya berkomentar, “ kamu iteman yah, apalagi muka kamu, kebakar gitu.”
Yaaa emang bener sih, tapi mau diapain lagi. Hhe. Pokonya seru deh, meski ga semuanya ikut, tapi seru  makasih yaa semuanya atas kebaikannya. Mungkin kita udah ga bisa jalan jalan bareng lagi kaya gini. Hehe. Sotoy sekali saya. Hha.



Sepertinya saya memang tidak akan mengambil kuliah saya di UI, sepertinya saya akan ke Jogja, beberapa teman saya juga berpendapat lebih baik di sana, teman ayah saya juga berpendapat seperti itu. Dan saya juga lebih ingin kesana, tapi apa saya sanggup untuk hidup disana? Sendiri?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar