Tanggal 11 dan 12 kemarin, saya berada di pantai Carita bersama teman teman di 12 IPS 1 dalam rangka perpisahan. Meski hanya 18 orang yang ikut, yaitu saya, Agung, Ambar, Avri, Arab, Arom, Ardo, Dimas, Eten, Faiz, Iye, Imron, Jane, Karin, Kicuy, Rio, Simon dan Sule, tapi itu tidak menyurutkan niat kami untuk tetap berangkat. Dan akhirnya walikelas saya dan keponakannya ikut dalam perjalanan, 2 orang teman saya yang berasal dari kelas lain pun ikut untuk meramaikan suasana sehingga peserta yang ikut menjadi 22 orang :D
Padahal hanya 5 orang anak perempuan yang ikut, tapi untungnya mereka tidak mempermasalahkannya. He
Dalam jadwal diberitahukan bahwa kita akan berkumpul jam 6 tapi pada kenyataannya baru terkumpul sekitar jam 7n, hhe. Jam karet memang sedang populer sekarang. Dan akhirnya jam setengah 8 kita berangkat menuju tempat tujuan. Diawal perjalanan tentunya kita berdoa terlebih dahulu agar selamat sampai tujuan
Ketika sudah masuk jalur tol, saya merasakan sesuatu yang aneh pada perut saya, saya merasa mual :/ ah sial! Umpat saya dalam hati, karena harus merasakan mual diperjalanan, pasti karena saya belum tidur dan terkena angin dijalan ini. Tapa untungnya saya tidak jackpot. Hhe. Saya sempat memutuskan untuk tidur, tapi sial, teman teman saya tidak senang melihat saya tertidur, mereka selalu saja membangunkan saya, ketika saya belum lama terlelap, dan selalu dengan becandaan yang sama “ woy! Emangnya hotel! Tidur disini!” dan saya hanya bisa memaki mereka sambil tertawa tapi juga sedikit kesal. Hhe.
Sekitar jam 12, kita tiba disebuah kondominium dipesisir pantai carita, tempat kami menginap berada di lantai 3, cukup besar, nyaman, ada balkon yang menghadap ke arah pantai, ada dapur, 2 kamar mandi. 3 kamar tidur full ac, dan tv ber parabola. Yaaa enaklah pokonya :D
Setelah check in semua mulai sibuk ada yang membereskan barang bawaan, membereskan tempat tidur, ada yang mulai memasak untuk makan siang, dan saya? Saya sibuk memakan bekal makanan yang tidak sempat saya makan diperjalanan, saya makan karena perut saya benar benar tidak bisa diajak berkompromi, saya sangat merasa mual, jadi saya memutuskan untuk makan agar tidak sakit. Selesai beres beres, dan makan siang, beberapa teman saya sudah mulai tak sabar untuk segera berenang di pantai, dan mereka juga mengajak saya, kerana mereka tau kalau saya ini anak pantai, jadi pasti suka berenang. Hhe, ngga ngga. Itu bercanda. Tapi perut saya masih mual, padahal saya sangat ingin untuk berenang, tapi untungnya saya sangat jago berspekulasi, jadi saya berspekulasi mungkin saja setelah berenang nanti keadaan saya akan membaik, padahal ini adalah salah satu bukti betapa idiotnya saya. Hha, karena spekulasi saya benarbenar tidak terbukti! Hhe.
Akhirnya saya pun tertarik dengan ajakan mereka dan mulai turun ke pantai. Setelah bosan hanya memandangi lautan, saya pun lari kepantai dan langsung berenang, dan akhirnya teman saya yang tadi hanya melihat, ikut saya berenang. Hhe. Satu hal yang saya lupakan mengenai pantai adalah betapa asinnya air di pantai! Saya benar benar lupa, jadi saya berenang dengan santainya dan mencoba melawan ombak yang sedang, namun karena mulut saya terbuka, masuklah itu air laut, dan memenuhi mulut dan syaraf syaraf lidah saya bekerja untuk mengenali rasa air laut itu, dan ASIN! Saya benar benar kewalahan mencegah air laut masuk ke mulut saya, karena apabila terlalu banyak, rasanya menjadi pedas! Hhe. Cowboy cowboy carita pun mulai beraksi menawarkan papan surfing mini untuk disewakan, kepada kami, dan kami cukup tertarik untuk mencobanya, jadi kami menyewanya, dan ternyata memang seru berenang dengan papan surfing terbawa oleh ombak, apalagi ketika tergulung oleh ombak, waaah, sensasinya memang keren, apalagi ketika ombak yang datang benar benar besar, itu benar benar memiliki senasi sendiri :D tapi sayang, saya harus kehilangan baju yang saya beli di Jogja, baju saya hilang terbawa ombak. Lalu setelah aga capai, kami pun berisitirahat di pinggiran pantai, sambil berfoto ria, dan cowboy pun mulai menawarkan pelayanan selanjutnya, Banana Boats. Meski pada awalnya kami kurang tertarik karena harga yang ditawarkan kurang bersahabat, tapi setelah mengadakan negosiasi yang cukup panjang, harga pun menjadi Rp 15. 000 / orang, dan kami memutuskan untuk naik.
Kloter pertama ada saya, Avri, Bento, Eten, Imron, Iye, Oon, kami pun berangkat menuju ketengah dengan kapal, setelah sampai di Banana Boats kami harus berpindah dari kapal ke Banana Boats, dan itu cukup sulit. Dan setelah naik, kami pun diajak berkeliling di perairan yang aga jauh dari daratan dan dari apa yang cowboy bilang kepada kami bahwa kedalaman disini itu sekitar 5 orang biasa, yang artinya kedalaman disini adalah 5 kalinya tinggi badan saya. Dan kalau saya tercebur sudah pasti tidak akan menginjak daratan. Hhe. Dalam perjalanan mengitarngitar kami dijatuhkan 3 kali, dan ketika dijatuhkan rasanya benarbenar tidak enak! Air lautnya bisa saja tertelan dan rasanya benarbenar pedas! Satu yang sangat saya sayangkan adalah, lautnya cukup kotor karena diperjalanan saya sering melihat sampah mengambang. Hmm.
Setelah selesai, kamipun dikembalikan ke pesisir, saya pun bergegas menuju kondo untuk segera membersihkan diri dari pasir sekaligus mandi tentunya. Seusai mandi badan saya menggigil, pala saya berat dan hidung saya tersumbat dan akhirnya saya memutuskan untuk tidur saja. Saya merasa kesal kenapa saya harus sakit disaat liburan seperti ini, teman teman saya yang lain bisa dengan tenangnya bercanda dan mengobrol. Huuuh. Tapi setelah, makan minum obat, minum susu, dan tertidur selama 3 jam, kesehatan saya pun membaik. Hhe, benar dugaan saya, saya memang hanya butuh istirahat yang cukup. Setelah cukup sehat sayapun bergabung kembali bersama teman teman, dan tertidur di kamar yang dipenuhi oleh teman teman yang lain sehingga membuatnya menjadi sempit! Saya benar benar berterima kasih kepada teman teman saya yang sudah baik, mau membantu disaat saya sakit kemarin
Pagi esok harinya setelah sarapan, saya, Avri, Bento, Iye, dan Simon berjalan jalan disekitar pantai, lalu kami ke sebuah penginapan yang berada cukup jauh dari kondo, Oon yang memang kelasnya belum perpisahan melalukan survey untuk mengetahui harga dan fasilitas yang disediakan di situ. Setelah selesai kami pun kembali menuju kondo, ketika kami sampai di pantai yang berada di depan kondo, ternyata 3 orang teman saya sudah bersurfing ria, memang sewaktu berjalan tadi saya cukup kagum dengan ombaknya, rasanya ingin segera buka baju lalu mandi, oh ngga, maksud saya ingin segera bersurfing ria. Hhe. Tak sabar, saya pun bergegas berganti kostum, dan menceburkan diri ke pentai, tidak lupa menyewa papan dari cowboy yang sudah siap menunggu. Hhe. Pada saat sedang bersurfing hujan pun turun, dan itu menambah sensasi tersendiri, belum lagi ombaknya menjadi lebih hebat, sangat asyik untuk bersurfing. Hhe.
Setelah bersurfing kita mendapat tawaran untuk melihat terumbu karang di pulau seberang, yang nyatanya bukanlah terumbu karang, melainkan hanya karang biasa, kami sempat kesal memang, 15 ribu keluar hanya untuk melihat karang biasa, namun untungnya hal itu cukup terbayar dengan segala keseruan yang terjadi di Banana Boats dalam perjalanan menuju pulau, ombak yang besar, memberi sensasi tersendiri dalam perjalanan. Hhe. Tapi karena itu juga selama dalam perjalanan mulut saya komat kamit membaca doa agar selamat. Hhe. Teman saya Iye, hanya bisa diam karena dia trauma gara gara ikatan pelampungnya tercopot, dan membuatnya hampir tenggelam kemarin sewaktu bermain Banana Boats. Hha. Sesampainya di tempat yang para cowboy bilang ada terumbu karangnya padahal Cuma karang kami bertemu dengan teman kami dari IPA 4 yang juga sedang perpisahan. Kami sempat merasa terdampar, ketika hanya tersisa kami disini, belum lagi hujan membuat suhu udara menjadi dingin, jadi saya hanya ingin cepat cepat pergi dari tempat ini. Sewaktu menunggu salah satu cowboy yang ditinggal bilang “ nanti mah ga usah dijatohin juga pasti jatoh, soalnya nanti ngikutin ombak, dan kalau ombaknya gede yaa banana boatsnya kebawa” setelah mendengar itu saya memutuskan untuk naik dikapalnya saja, begitu juga Iye yang sudah trauma. Hhe. Dan benar saja ketika dalam perjalanan pulang 2 kali banana boatsnya terbawa, dan jatuh. Hhe. Setelah cukup lama akhirnya kami dekembalikan ke pesisir, tapi teman teman saya yang dari banana boats dipindahkan dulu ke kapal, dan salah satu cowboy ditinggal disana, ditengah perairan yang dalam, dan ombak yang besar, dia duduk dengan tenang di banana boat layaknya pemeran utama di film Baywatch yang sedang menjaga pantai. Hha. Sampai di pesisir kami berlari menuju kondo karena hari sudah terlalu siang dan teman teman yang berada di kondo pasti sudah bete menunggu, dan benar saja. Saya mencoba tidak perduli dan langsung menuju kamar mandi.
Setelah semua siap, semua keluar dari kondo, dan menuju ke bis yang sudah menunggu, dan pulang menuju Depok, memang perut saya ini keroncongan tapi saya harus bersabar sampai menemukan indomart, dan setelah menemukan indomart, saya dan beberapa teman teman saya memutuskan untuk membeli popmie, selain untuk mengisi perut, juga untuk menghangatkan badan. Setelah masuk tol, di dalam bis mulai sepi, kerena rata rata sudah tertidur, dan saya juga memutuskan untuk tidur. Hhe.
Sesampainya di Depok, saya diantar teman saya kerumah, karena rumah saya memang jauh dari mana mana, jadi dia berbaik hati untuk mengantar saya kerumah.
Sesampainya di rumah ibu saya berkomentar, “ kamu iteman yah, apalagi muka kamu, kebakar gitu.”
Yaaa emang bener sih, tapi mau diapain lagi. Hhe. Pokonya seru deh, meski ga semuanya ikut, tapi seru makasih yaa semuanya atas kebaikannya. Mungkin kita udah ga bisa jalan jalan bareng lagi kaya gini. Hehe. Sotoy sekali saya. Hha.
Sepertinya saya memang tidak akan mengambil kuliah saya di UI, sepertinya saya akan ke Jogja, beberapa teman saya juga berpendapat lebih baik di sana, teman ayah saya juga berpendapat seperti itu. Dan saya juga lebih ingin kesana, tapi apa saya sanggup untuk hidup disana? Sendiri?
Tampilkan postingan dengan label Teman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teman. Tampilkan semua postingan
13 Mei 2010
21 April 2010
Amarah, senyum, dan airmata!
Banyaaaaak, banyaaaak, banyaaak sekali emosi yang udah keluar hari ini, oke emosii yang gw maksud ini bukan emosi marahmarah doang, tapi hampir keseluruhan, sedih, seneng, dan marah pastinya!
Gw marah, maraah, dengan penuh rasa kesal yang membuat dada gw sesak, banyak hal yang terlalu mengganggu dan bikin gw jadi ngerasa kesel sendiri, rasanya ingin ada yang gw keluarkan dari diri ini, gw perlu melampiaskan rasa kesal ini, ini terlalu membuat dada gw sesek! Adakah yang bersedia menjadi pelampiasannya? Hahaha.
Airmata, meski ini semua cuma kiasan, tapi yaa, banyak pengorbanan yang udah gw lakuin ke seseorang, tapi buat dia itu nyaris ga guna, sakit memang. Tapi apa daya, mungkin pada umur segini gw emang ga diharuskan mengenal cinta, terlalu dini sepertinya buat gw mengenal apa itu cinta yang sesungguhnya, haha. Udaahlah, cinta. Membuang waktu gw!
Sebuah senyuman, untuk melupakan betapa beratnya beban yang udah gw pikul, dimulai dari rasa marah yang menyesakan dada, sampe rasa kecewa yang mengiris hati. Hahaha.
Oh iya, gw abis dari perpisahan sekolah gw, yaah, aneh memang, belum ketauan lulus tapi udah perpisahan. Hahaha.
Ga nyangka yah, 3 tahun udah gw sekolah ditempat itu, ( menunjuk sambil malesmalesan. Haha) SMAN 5 Depok!
Yaah lumayan seru lah, bertemu para wanitawanita yang menggunakan kebaya dengan make up mereka yang gw bilang ehm, kurang pantes ehm. Heee. Terlalu menor. He.
Ok, lanjut lagi. Gw cukup merasakan tersentuh, pada saat prosesi pelepasan atribut sekolah. Damn! Menyentuh banget. He. Dan yang gw heranin tuh, kenapa ada ade kelas gw yang nyanyi lagu melayu ya? Hmm, padahal gw sempet isengiseng ngasih bunga ke dia, buat seruseruan aja. Haha, guru gw juga ada yang dangdutan. Aduuuh, dasar deh, gw sih cuma bisa cekakak cekikik ngeliatnya. Hehe.
Oh ya, sewaktu proses salamsalaman, gw cukup seneng dengan beberapa pesan yang disampaikan para guruguru, hmm, menurut gw, merekalah guruguru sejati. :) terima kasih pak dan bu. He. Proses selanjutnya adalah proses fotofoto, dimana diaula yang tidak terlalu besar itu, dipenuhi oleh kilatkilat cahaya dari blitz macamacam kamera, hehe. Annoying juga sih, bikin mata sakit soalnya. He. Gw lumayan banyak foto sama tementemen gw, dari 1 kamera, ke kamera yang lainnya. Hehe. Berasa artis lah, difotofotoin. Hahaha. Gw juga dapet beberapa pelukan besar dari beberapa temanteman yang baik hati:)
Nah, yang selanjutnya itu, acara terakhir, ga terakhir juga sih, nonton film dokumenter. Sempet ngadat juga sih, tapi untungnya bisa juga setelah lama menunggu sambil nyanyi bareng 1 angkatan. He.
Banyak tawa yang keluar, sewaktu kita nonton film. He. Gw juga ga nyangka, ketika ada seorang guru yang membuatkan angket khusus buat asep ( angkatan sepen nama yang dia bikin buat angkatan ke tujuh ini hehe) tau kah kalian? Tau? Ketika dia bilang " diangkatan ini juga ada yang rajin menghilang dari kelas, mereka punya jurus menghilang yang bagus, dan inilah namanya (sambil mengeluarkan sebuah kertas) dan lo tau, nama yang tertera siapa? Hazmi (gw), Imron, Mahardika, Darwin. Haha, gw cuma bisa nyengir ngeliat nama gw ada dijajaran orangorang yang sering cabut pelajaran. Haha, dan paling atas tentunya. Haha. Satu hal lagi yang memalukan buat gw adalah ketika, ada sebuah cuplikan dikelas gw yang ceritanya lagi pada nyanyinyanyi gitu, dan lo tau? Pose gw apa? Menggunakan baju seragam yang kancingngya terbuka, sehingga badan seksi gw keliatan. Haha, sambil nyanyi ga jelas tentunya. Hahaha, sumpah itu memalukan. Hehe. Itu juga diliat oleh ade ade kelas, dan shit, cap playboy koboy gw akan hilang. Hahaha.
Dan itu cukup menyenangkan, dan juga cukup menghibur disaatsaat emosi gw lagi campur aduk gini :(
Sampai bertemu dilain kesempetan yah temanteman, semoga kita menjadi seperti apa yang kita impikan :D hehe.
Saya akan merindukan, semua kebodohan, kekonyolan, kekompakan, dan juga perjuangan kita kawan. Sampai jumpa dan salam super. Hehe.
Gw marah, maraah, dengan penuh rasa kesal yang membuat dada gw sesak, banyak hal yang terlalu mengganggu dan bikin gw jadi ngerasa kesel sendiri, rasanya ingin ada yang gw keluarkan dari diri ini, gw perlu melampiaskan rasa kesal ini, ini terlalu membuat dada gw sesek! Adakah yang bersedia menjadi pelampiasannya? Hahaha.
Airmata, meski ini semua cuma kiasan, tapi yaa, banyak pengorbanan yang udah gw lakuin ke seseorang, tapi buat dia itu nyaris ga guna, sakit memang. Tapi apa daya, mungkin pada umur segini gw emang ga diharuskan mengenal cinta, terlalu dini sepertinya buat gw mengenal apa itu cinta yang sesungguhnya, haha. Udaahlah, cinta. Membuang waktu gw!
Sebuah senyuman, untuk melupakan betapa beratnya beban yang udah gw pikul, dimulai dari rasa marah yang menyesakan dada, sampe rasa kecewa yang mengiris hati. Hahaha.
Oh iya, gw abis dari perpisahan sekolah gw, yaah, aneh memang, belum ketauan lulus tapi udah perpisahan. Hahaha.
Ga nyangka yah, 3 tahun udah gw sekolah ditempat itu, ( menunjuk sambil malesmalesan. Haha) SMAN 5 Depok!
Yaah lumayan seru lah, bertemu para wanitawanita yang menggunakan kebaya dengan make up mereka yang gw bilang ehm, kurang pantes ehm. Heee. Terlalu menor. He.
Ok, lanjut lagi. Gw cukup merasakan tersentuh, pada saat prosesi pelepasan atribut sekolah. Damn! Menyentuh banget. He. Dan yang gw heranin tuh, kenapa ada ade kelas gw yang nyanyi lagu melayu ya? Hmm, padahal gw sempet isengiseng ngasih bunga ke dia, buat seruseruan aja. Haha, guru gw juga ada yang dangdutan. Aduuuh, dasar deh, gw sih cuma bisa cekakak cekikik ngeliatnya. Hehe.
Oh ya, sewaktu proses salamsalaman, gw cukup seneng dengan beberapa pesan yang disampaikan para guruguru, hmm, menurut gw, merekalah guruguru sejati. :) terima kasih pak dan bu. He. Proses selanjutnya adalah proses fotofoto, dimana diaula yang tidak terlalu besar itu, dipenuhi oleh kilatkilat cahaya dari blitz macamacam kamera, hehe. Annoying juga sih, bikin mata sakit soalnya. He. Gw lumayan banyak foto sama tementemen gw, dari 1 kamera, ke kamera yang lainnya. Hehe. Berasa artis lah, difotofotoin. Hahaha. Gw juga dapet beberapa pelukan besar dari beberapa temanteman yang baik hati:)
Nah, yang selanjutnya itu, acara terakhir, ga terakhir juga sih, nonton film dokumenter. Sempet ngadat juga sih, tapi untungnya bisa juga setelah lama menunggu sambil nyanyi bareng 1 angkatan. He.
Banyak tawa yang keluar, sewaktu kita nonton film. He. Gw juga ga nyangka, ketika ada seorang guru yang membuatkan angket khusus buat asep ( angkatan sepen
Dan itu cukup menyenangkan, dan juga cukup menghibur disaatsaat emosi gw lagi campur aduk gini :(
Sampai bertemu dilain kesempetan yah temanteman, semoga kita menjadi seperti apa yang kita impikan :D hehe.
Saya akan merindukan, semua kebodohan, kekonyolan, kekompakan, dan juga perjuangan kita kawan. Sampai jumpa dan salam super. Hehe.
29 Januari 2010
Ketika semua saling makan!
Ini bukanlah sebuah tulisan mengenai betapa sadisnya temen gw yang suka mutilasi dan makan orang, tapi sebuah ungkapan kekecewaan terhadap pertemanan. Dulu mungkin disaatsaat ada penyanyi yaang nyanyiin lagu kepompong gw merasakan apa yang gw jalanin sama temen gw ini indah banget, pokonya kaya lagu kepomponglah, kalau misalkan dengerin lagu ini pasti kita jogetjoget, sambil ketawatawa, tapi sayangnya yang ini gw boong. Hehehe. Tapi kini yang gw rasain bukan lagi kaya kepompong tapi kaya hidup di suku kanibal yang siap menghabisi siapa saja tanpa tersisa tak perduli kawan atau si wawan(??) oke si wawan ga ikutan. Gw sekarang cuma bisa nunggu gw yang laper terus makan orang atau orang yang laper terus makan gw. Well, who knows? Dan saat ini gw berada diposisi gw lah yang dimangsa, dan gw bisa apaapa, karena menurut temen gw, " yang menang bukan lagi yang kuat melainkan mereka yang licik" dan asas hukum rimba pun telah tergantikan oleh asas hukum sarang tikus! Hhe.
Dam mungkin ketika egoistis dijunjung tinggi untuk memuaskan diri sendiri, katakata "KEBERSAMAAN, KEADILAN, dan KEKELUARGAAN" hanya dijadikan sebuah wacana, padahal buat gw, itu semua yang dijadiin landasan buat gw memulai sebuah pertemanan, dan ketika katakata itu hilang dibuang jauhjauh hanya untuk memenuhi kepuasaan sematamata diri sendiri, dia juga udah ngebuang hatinya, atau mungkin hatinya telah digerogoti oleh egonya hingga habis sehingga ia hanya berpikir bagaimana bisa memuaskan diri sendiri tanpa mempedulikan orang lain. Lalu logika mereka? Habis juga? Entahlah.
Mungkin lagunya peterpan memang benar " tak ada yang abadi." semuanya mungkin emang ga ada yang abadi termasuk apa yang sedang gw tulis ini, dan apa yang gw jalanin ini sangat gw sayangkan kalau harus berakhir hanya karena pola egoistis selalu diterapkan sebagai idealisme hidup. Dan hal ini bikin gw berpikir ulang atas opini gw " orang yang bisa lo percaya itu cuma lo sendiri, bullshitlah dengan katakata teman sejati, teman baik, atau sahabat, karena pada nantinya mungkin merekalah yang akan menusuk lo, memangsa lo, menjatuhkan lo, dan membunuh lo." dan itu semua hanya hipotesa belaka dari apa yang gw alamin.
Mungkin memang pada akhirnya semua akan berakhir. Tapi apa iya harus gini? Ketika semua merasa lapar dan ingin saling memakan, kata teman dihapuskan dari kamus hidup mereka!
Dam mungkin ketika egoistis dijunjung tinggi untuk memuaskan diri sendiri, katakata "KEBERSAMAAN, KEADILAN, dan KEKELUARGAAN" hanya dijadikan sebuah wacana, padahal buat gw, itu semua yang dijadiin landasan buat gw memulai sebuah pertemanan, dan ketika katakata itu hilang dibuang jauhjauh hanya untuk memenuhi kepuasaan sematamata diri sendiri, dia juga udah ngebuang hatinya, atau mungkin hatinya telah digerogoti oleh egonya hingga habis sehingga ia hanya berpikir bagaimana bisa memuaskan diri sendiri tanpa mempedulikan orang lain. Lalu logika mereka? Habis juga? Entahlah.
Mungkin lagunya peterpan memang benar " tak ada yang abadi." semuanya mungkin emang ga ada yang abadi termasuk apa yang sedang gw tulis ini, dan apa yang gw jalanin ini sangat gw sayangkan kalau harus berakhir hanya karena pola egoistis selalu diterapkan sebagai idealisme hidup. Dan hal ini bikin gw berpikir ulang atas opini gw " orang yang bisa lo percaya itu cuma lo sendiri, bullshitlah dengan katakata teman sejati, teman baik, atau sahabat, karena pada nantinya mungkin merekalah yang akan menusuk lo, memangsa lo, menjatuhkan lo, dan membunuh lo." dan itu semua hanya hipotesa belaka dari apa yang gw alamin.
Mungkin memang pada akhirnya semua akan berakhir. Tapi apa iya harus gini? Ketika semua merasa lapar dan ingin saling memakan, kata teman dihapuskan dari kamus hidup mereka!
Langganan:
Postingan (Atom)