Tampilkan postingan dengan label Rasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rasa. Tampilkan semua postingan

08 Mei 2012

Kenapa?


Terkadang saya menjadi asing dengan diri saya sendiri. Saya kadang bingung dengan diri saya sendiri, merasa aneh. Selalu ada pertanyaan – pertanyaan aneh yang muncul di kepala saya. Entah kenapa?

Kadang saya merasa waktu berjalan terlalu cepat, dan saya berjalan dengan sangat lambat sehingga selalu kehabisan waktu. Kenapa?

Saya, katanya introvert, itu kata dosen saya yang suka membaca karakter. Sesungguhnya saya malas mendengar ucapannya ketika ia membaca karakter orang – orang, terutama saya. Dia bilang bahwa saya ini mudah tersinggung, tapi apa iya?  

Saya, juga kadang berpikir, apakah saya punya ambisi yang kuat? Untuk hidup, atau untuk melakukan sesuatu. Saya merasa saya tidak punya, hidup saya begitu kosong, entahlah, mungkin ini efek menjadi orang yang selalu merasa pesimis. Entahlah.

Saya kadang iri, ingin melakukan ini itu, ingin berkarya lebih baik dan banyak, tapi selalu merasa terbatasi, baik itu dari saya sendiri, ataupun kendala lain. Kenapa?

Kenapa saya selalu berpikir terlalu banyak? Selalu saja ada yang saya pikirkan, saya kadang  merasa terlalu memiliki banyak beban. Mungkin itu memang perasaan saya saja.

Saya juga kadang berpikir, apakah orang – orang seperti saya, harus melakukan ini, bercerita di dunia yang sangat sangat luas.

Kadang saya terlalu malas untuk keluar dari zona nyaman saya dan selalu mengeluh ketika ada orang yang mengganggu. Semisal ketika mendapat deadline yang tidak kira – kira. Hah.

Umur saya saat ini nyaris 19 tahun. Dengan konsumsi nikotin dan alcohol yang cukup banyak, apa saya bisa bertahan hidup lama. Ah, lagi lagi mati. Saya takut hidup sebenarnya. Tapi saya sudah hidup, jadi apa yang saya harus lakukan? 



05 Juli 2011

Memori

























Judul : Memori
Kamera : Sony Alpha
Model : Catyamarsha
Lokasi : Stasiun Lempuyangan, Nol Kilometer, Alun - Alun Selatan


Ini tugas dasar fotografi saya kemarin. Ya, memang, standar standar saja, heee.

Sebatas Maaf

Oh, maaf kan saya, karena sudah terlalu sering menelantarkan apa yang sudah dengan susah payah saya buat. Ya, blog ini.


Saya  sudah terlalu sering berjanji kepada diri saya untuk tidak menelantarkan blog ini, mencoba berjanji kepada diri sendiri untuk tidak malas dan mencoba untuk menulisa sebisa dan sebanyak yang saya bisa, tapi nyatanya apa? Saya bodoh dan malas. Saya bodoh dalam mengatur waktu saya, terlalu sering saya menghabiskan waktu untuk melakukan hal hal yang tidak berguna. Entahlah, saya juga terkadang sangat kesal akan sikap saya yang seperti ini, terlalu mementingkan hal hal yang tidak berguna, alhasil, bukan hanya hal seperti ini saja yang terlantar, tugas dan pekerjaan saya juga banyak terlantar. Ah.

Malas, ya, itu awal dari mengapa saya begini. Saya harus berusaha untuk menjadi orang yang tidak malas. Tapi bukankah itu wajar? Ini natural bukan? Ah, alibi memang. Sudahlah, saya jadi begini. Saya tidak ingin berlama lama seperti ini. Tak ingin banyak bicara, tapi tak bertindak, jadi, dalam postingan ini, saya hanya akan, mengucapkan maaf...

21 Mei 2011

About You


It was you, the one that i crave and miss, cut your 18th birthday's cake.



And yes, it was us, a couple months ago, at your bed, after i slept for a couple hours.


Well, it just, an expression about what i feel. Miss.

05 Mei 2011

Menolak Untuk Lupa

Kamu, terlalu berharga untuk ku lupa
Dengan segala indah yang kau punya
Aku menolak untuk lupa
Atas segala memori yang kita cipta bersama

Aku menolak untuk lupa
Atas nama suka dan bahagia
Yang selalu kau rasa tiap kita bersama

Aku menolak untuk lupa
Atas nama duka dan air mata
Yang selalu ada di setiap doa yang ku baca

Karena aku tahu kamu seorang wanita
Yang selalu senang untuk dipuja
Namun dapat terluka begitu saja
Meski hanya karena sebuah kata

Dan itu alasan yang kupunya
Untuk selalu tetap berkata
Aku menolak untuk lupa!


Menolak Untuk Lupa
Hazmi. Iskandar
Yogyakarta, 5 Mei 2011

11 April 2011

Catatan Harian Tejo #2 "Memori"

Aku hanya bisa berbicara tentang memori ketika imajinasi yang kamu tuliskan. Memori tentang apa yang sudah kita lewatkan, baik bersama maupun tidak, tawa dan air mata, juga resah dan gundah. Bukan, bukannya aku tak bisa berkhayal, hanya saja ingatan tentangmu lebih banyak dan baik ketimbang segala fantasi yang kupunya. Dan aku sudah cukup senang ketika mengingatnya.

Adalah sebuah ekspektasi liar yang aku tak suka ketika aku mulai berimajinasi. Kamu tau? Ketika berimajinasi, pikiran kita bisa saja menjadi terlalu liar, semua hal bisa saja muncul di pikiranmu. Berbeda dengan memori, ia adalah sesuatu yang bisa dikendalikan, ia tak lagi liar karena terikat dengan masa lalu dan sejarah, sehingga ia tak akan berubah. Imajinasi, ia tak terikat, imajinasi merupakan sesuatu yang berhubungan dengan masa depan dan apa yang akan datang atau terjadi, tak ada satupun yang bisa memastikan. Itu mengapa ia bisa menjadi begitu liar dan tak terkendali. Namun, memori juga mempunyai kekurangan. Terlalu lama melihat ke belakang kadang kala membuat kita tak ingin melihat ke depan.

Ketika imajinasi dapat membuatmu bisa mencintaiku, maka memori yang membuatku melakukan hal yang sama dengan apa yang kamu lakukan. Memori mengingatkanku untuk lagi berbuat salah kepadamu, membuatku takut untuk kehilangan kamu untuk kedua kalinya, dan merasakan kamu ada di dekatku ketika hujan terus turun tanpa henti dan segelas susu tawar kehilangan hangatnya.

Imajinasi dan memori adalah dua hal yang berbeda. Tapi keduanya memiliki kesamaan bukan? Keduanya menciptakan kebahagiaan bagi masing - masing diri kita ketika berjauhan. Kamu dengan imajinasimu dan aku dengan memoriku. Masing - masing dari kita menciptakan kebahagiaan dengan segala yang kita mampu dan suka. Keduanyapun dapat menjadi satu, saling mengisi, dan menguatkan. Menciptakan sebuah kebahagiaan yang jauh lebih baik di atas yang mereka mampu perbuat ketika terpisah.

Sama halnya dengang Imajinasi dan memori, kita juga merupakan dua hal yang berbeda. Konon, kamu berasal dari Venus dan aku dari Mars. Tapi kita juga memiliki kesamaan, ada sebuah perasaan tak bernama yang membuat kita menjadi sama. Kemudian menjadi satu, saling mengisi, dan menguatkan, menciptakan kebahagiaan tersendiri yang jauh lebih baik bila dibandingkan dengan saat kita jauh dan terpisah. Sehingga bersama denganmu adalah sesuatu yang aku inginkan secara terus - menerus. Bersama dan bahagia.






Tejo..

21 Maret 2011

Catatan Harian Tejo #1

Setiap kali melihat hujan, yang terlintas di benakku adalah sosokmu yang kala itu ada bersama, menunggu hujan reda, dengan angan melayang jauh tentang masa depan kita, kamu dan aku. Sambil sibuk menyesap bau tanah yang basah, aku akan selalu memandang ke arah wajahmu, memperhatikan setiap detailnya, mencoba mencari suatu alasan mengapa aku tak bisa meninggalkanmu, mengapa kamu mau kembali menjadi rasa manis di setiap gelas susu hambar yang selalu ku konsumsi tiap harinya. Semuanya memang tak perlu dijawab, toh aku hanya bertanya kepada diriku sendiri,bukan kamu, atau yang lain.

Ada kalanya, aku benar benar merindukan sosokmu ada di sini, di sampingku ketika hujan datang, menghabiskan waktu melakukan hal hal aneh atau sekedar berbicara tanpa tujuan yang jelas. Tapi ya jelas saja itu tidak mungkin, kamu berada jauh di sana, ada jarak yang membuat kita terpisah dan sulit untuk dapat bertemu.

Aku tak pernah punya keberanian untuk terlebih dahulu mengucap rindu, meski sekedar mengirimimu pesan singkat dengan tulisan sesimpel “I miss you”. Aku bukan seorang yang pandai merangkai kata, ketika rindu, ya yang bisa kuucapkan rindu, ketika cinta ya cinta, meski nyatanya, aku tak bisa mengucapkannya kepada kamu, kamu yang mengumpamakan kehadiranku layaknya cappucino ice blended, entahlah itu minuman macam apa, yang biasa ku minum hanyalah segelas susu putih tanpa rasa.

Berbicara tentang rasa, rasa yang kurasa saat ini setelah kamu jauh. Rasa manis memang masih ada, namun, seperti ada yang hilang dari rasa manis itu, entahlah, aku tak bisa mengatakannya, ini bukanlah sesuatu yang bisa kuungkap lewat kata.

Sepertinya aku memang membutuhkanmu untuk selalu ada dekat denganku, melewati hari seperti saat kita dekat dan bersama dulu. Melengkapi rasa manis yang masih terrekam oleh memori di otakku.

Apakah kau juga merasakan hal yang sama sepertiku? Masihkah kau menganggapku layaknya cappucino ice blended? Rasanya ingin kembali bisa bersamamu, kembali bisa mereguk rasa manis dari masing masing diri kita, kamu kembali menikmati ice blended cappucino mu dan aku kembali menikmati segelas susu yang telah kau beri rasa manis.

Tejo

04 Maret 2011

Jatuh... Lagi...

Sebenernya, gw udah ga mau lagi buat nulis nulis tentang hal hal kaya gini, karena nantinya bisa saja menimbulkan pengartian masing masing dari yang akan membaca, meski mungkin yang akan membaca ini cuma sedikit orang, tapi tetap tidak menutup kemungkinan hal seperti itu akan munculkan? Tapi apa daya.

Okay, mungkin udah bukan hal baru lagi kalau gw nulis hal kaya gini, bisa dipastikan, penyebabnya antara dua hal ini, jatuh hati dan patah hati, sebenernya kalau yang pertama kalimatnya diartikan perkata, mungkin bisa menimbulkan kesan yang sama dengan sebab kedua, beruntungnya hal itu ngga, dan beruntungnya lagi, sebab pertama yang bikin gw mau nulis lagi tentang hal seperti ini.

Jatuh hati, atau cinta atau apalah namanya, mungkin memang terdengar sedikit norak, tapi, hal ini juga bisa jadi hal terindah yang mau dirasain setiap orang ketika hidup, termasuk gw. Untungnya, untuk urusan jatuh cinta, kita, bisa ngerasain ini berulang kali, ga kaya hidup yang bisa kita rasain cuma satu kali, ya kalaupun bisa dua kali, itu, merupakan sebuah hadiah, ngga kaya jatuh cinta ini, ngerasain hal ini berulang kali ngga bisa disebut hadiah, karena, kita sendiri yang nyiptain perasaan ini.
Tentu saja, hal ini sedang terjadi sama gw, gw sedang menikmati indahnya jatuh cinta lagi, sama seseorang, seseorang yang dulu, gw jatuh cintai, terdengar tidak enak memang, tapi ya sudahlah.

Mungkin, bila dianalogikan, rasanya seperti tertarik untuk membaca kembali sebuah cerita yang dulu sempat dibuat namun berhenti di tengah jalan karena kehabisan ide, lalu memutuskan untuk memperbaharui ceritanya. Akan ada tawa kecil ketika membaca awalannya, dan rasa ragu akan muncul ketika melihat kesalahan kesalahan kecil yang dulu tak terlihat kini terlihat dengan jelas dan nampak banyak sekali. Terkaan terkaan kecil akan muncul ketika membaca bagian cerita yang bersambung, akankah nantinya, mampu membuat sebuah akhiran yang indah meski banyak rumitan yang telah tertulis, atau menyerah dengan rumitan lalu memutuskan untuk mengakhiri cerita dengan sebuah akhiran yang menyedihkan, ga ada yang tau kalau ga pernah dicoba.

Ngerasain indahnya jatuh lagi sama orang yang sama tentu saja akan menimbulkan banyak ketakutan. Menerka nerka apa nantinya akan sama, sama apa yang udah pernah terjadi dulu. Tapi, kalu dipikir pikir lagi, kenapa harus terus terusan berjalan mundur ketika yang lain berjalan maju? Kenapa harus repot repot menengok untuk berjalan mundur ketika yang lain bisa berjalan tanpa harus menengok. Kenapa harus mengambil resiko menabrak dan terjatuh untuk berjalan mundur ketika yang lain bisa dengan santainya berlari?

*****

Dan, tentu saja, saat ini, gw sedang mencoba menulis cerita itu lagi, mencoba membuat diksi yang indah agar setiap kata dan kalimat yang tertulis terlihat kuat dan efektif, mencari benang merah yang tepat agar nantinya cerita yang gw buat bisa tersusun dengan rapih, lalu berakhir sama dengan apa yang sudah gw tuliskan di awal. Dan ya, rasa senang setiap kali menuliskan sebuah cerita adalah kebahagiaan tersendiri. Wrap!

P.S. : Terima kasih untuk tulisan di catatanmu, Elway Fit :)

28 Februari 2011

Sajak sajak Terpinggirkan #2

Ya, inilah kita
Terlahir di dunia nyata,
Menjadi manusia
Makhluk paling sempurna
Dengan jasad dan jiwa

Ya, inilah kita
Terlahir di dunia nyata
Menjadi manusia
Dengan segala rupa
Atas raga dan jiwa

Tapi,

Apa karena kita terlalu sempurna?
Sehingga rasa angkuh itu ada
Apa karena kita semua tak sama?
Sehingga rasa iri itu tercipta
Atau, karena kita memang manusia?

Karena kita memang manusia
Hazmi. Iskandar
Bogor, Februari 2011

###################

Butir demi butir terus berjatuhan
Mengisi ruang kosong yang berada di sisi seberang
Dari balik kaca ia terlihat tak begitu berarti
Hingga pada akhirnya nanti ruang kosong itu terisi
Membalik keadaan menjadi suatu yang sangat berarti
Membuat sesal menghampiri hati

Sesungguhnya ia tak dapat diukur dengan satuan ukur
Namun ketika sisi yang lain terisi semua menjadi terukur
Satu, dua, tiga, dan seterusnya
Ia beritahu berapa banyak yang telah dikonsumsi
Hingga pada akhirnya kita sadar
Begitu banyak yang telah terlewat

Banyak yang telah kita lewatkan
Tawa, kata, dan segala canda
Kini semua telah terganti
Airmata, caci, dan segala duka
Kini mengisi hari demi hari
Dan sesal terus saja menyelimuti hati

........
Hazmi. Iskandar
Yogyakarta, Januari 2011

31 Januari 2011

Tulisan Sok Romantis

Waaw, udah lama gw ga nulis panjang di blog ini, oke sebut saja curhat biar lebih gampang dipahami. Ya, udah lama juga emang, banyak momen yang udah terjadi, ya salah satunya yang emang belum lama terjadi adalah, gw baru aja punya pacar. Yap, pacar baru tapi bukan orang baru dalam hidup gw, gw udah kenal dia sejak 3 atau 4 tahun yang lalu, gw lupa, maklum, gw ga pernah minum cerebrovit, oke ga nyambung.

******

Seminggu yang lalu dia dateng kesini, liburan sekaligus ketemu sama gw, dan itu sebelum ada komitmen lagi di antara kita, meski pada akhirnya, setelah melewati 5 hari bersama, ada lagi perasaan gelisah kalau ga dapet sms atau telepon dari dia, ada lagi perasaan kangen mau cepet cepet ketemu lagi sama dia, ada lagi perasaan nyaman setiap kali sama dia, dan ya kalau mau disimpulkan, gw bisa bilang, kalau gw... jatuh cinta lagi sama dia.

Dan ya, layaknya seorang pemuda yang dengan penuh keyakinan dan semangat tinggi ingin membela negara dan segera mendaftar menjadi seorang prajurit, gw pun akhirnya memutuskan buat ngelakuin hal bodoh dalam hidup gw untuk kesekian kalinya, nyatain perasaan absurd yang gw rasain ke dia.

And guess, it was happen at 2 am, after we kissed at the seashore under the full moon with a rainbow ring on its side. Well, I never guess i'll do it in the middle of the night or I can call it an early morning, well whatever. Tapi yang pasti, itu jadi salah satu momen romantis yang pernah gw alamin. Oke, gw so romantis banget yah?

Balik lagi, dia, ga lain dan ga bukan adalah nene grandong, oh maaf, salah ketik. Dia, orang yang waktu itu pernah gw ceritain di blog ini, dia yang dulu udah pernah jadi pacar gw, dia yang dulu udah pernah ngalamin seneng dan sedih sama gw. Ya mungkin lucu, gw yang notabenenya paling susah dan takut buat ngejalin sebuah komitmen yang bisa dibilang setengah serius sama orang yang sama, kini ngelakuin hal itu. Entah, apa yang bikin gw mau dan seberani itu buat ngambil keputusan seperti ini, dan rentang waktu antara gw dan dia pisah mungkin ada sekitar 3 atau 2 tahun, jadi, yang namanya sisa sisa perasaan yang dulu sempet ada waktu kita pertama kali sama sama kayanya bukan faktor utama kenapa kita bisa sama sama lagi, well, itu udah passed away banget, dalam rentang waktu segitu, gw bahkan udah berkali kali ngalamin jatuh cinta dan patah hati, begitu pula dengan dia, meski pada faktanya, beberapa bulan yang lalau dia baru putus sama pacarnya yang udah sempet jalan 1tahunan lebih, ga tau kapan tepatnya, I don't care.
Tapi, gw juga nanya balik, mau sampai kapan gw harus terus takut? Dan pada akhirnya, rasa ragu dan takut itu kalah.

Gw sendiri masih nanya, apa yang bikin gw bisa ngambil keputusan seberani itu, balik lagi sama orang yang dulu udah pernah bareng bareng nyoba ngejalanin apa itu cinta cintaan? Atau dulu itu baru sekedar cinta monyet? Lah terus kalau sekarang apa? Bedanya cinta monyet dan cinta beneran apa? Ah riweuh sendiri, cut!

Tapi ya, itu dulu, sekarang ceritanya udah beda, sekarang gw udah sama dia lagi, sekarang gw sedang jatuh cinta lagi sama dia, begitu pula dia, ga peduli sama apa yang udah terjadi dulu, entah itu seneng atau sedih, yang pasti sekarang kita sama sama nyoba buat lebih baik lagi.

Ya, semoga aja bisa lebih baik dari yang sebelumnya lah. And last, I love you, A.F. Wrap!

29 Januari 2011

Ketika aku merasa

Bersama embun pagi ia turun ke bumi
Meninggalkan secercak bekas yang kemudian hilang terhapus matahari
Tapi meski sesaat ia mampu menentramkan jiwa yang tak terisi
Membawa hidup kembali menjadi hakiki yang bernilai

Ia datang dari Dia sang pencipta
Tersemat dalam tiap senyum yang kita cipta
Bukti cinta dan kasih dari Dia sang pencinta
Berawal dari setiap untaian kata yang disebut doa

Ia takkan merasa tersinggung meski aku lupa mengucap syukur
Atas segala nikmat yang tumbuh subur
Atas segala mimpi pekat yang ia kubur
Hingga pada akhirnya nanti aku mati terbujur

Januari, 2011
Yogyakarta

02 Januari 2011

Pampampam :))

Aku ingin mencinta,
Layaknya pelangi terhadap hujan
Setia menunggu dengan satu harap
Warna cerah menghias mendung di langit

Aku ingin mencinta,
Layaknya bulan di setiap bulan
Setia menunggu dengan satu harap
Terlihat sempurna, mencerahkan malam yang gelap

Aku ingin
Hazmi. Iskandar
Yogyakarta, 29 Desember 2010


#####


Btw, ini mungkin mirip sama aku inginnya Mas Sapardi, ya, emang terinfluence berat sama dia sih, mohon dimaklumi aja. hhe. Oh iya, selamat tahun baru yah, semoga semoga :)

28 Desember 2010

Aku?

Apa aku sekacau itu ?
Tanpa kau aku memang menjadi berantakan
Semua tak teratur lagi seperti dulu
Aku tak lagi sempurna seperti saat kau ada

Kau beri angka satu ketika hanya nol besar yang kupunya
Kau beri merah di sebuah hitam pekat

Tapi, kenapa kemudian kau beri api di secarik kertas penuh tinta ?
Menjadikannya abu lalu biarkan ia terbawa angin entah kemana

Cukup dengan sesimpel itu saja aku menganalogikan
Rasa ketika kau ada dan tiada
Cukup dengan sesimpel itu saja aku merasa
Senang ketika kau ada, dan sakit ketika kau jauh

Sejak awal kita memang sudah berbeda
Aku tercipta seperti adam, dan kau seperti hawa
Kau bagian dari hidupku,
Kehilanganmu maka kehilangan sebagian hidupku

Aku, lalu tentang kau
Yogyakarta, 28 Desember 2010
Hazmi. Iskandar

26 Desember 2010

Kita....

Hilang adalah sebuah ketiadaan
Yang menunjukan sebuah ketidaksempurnaan
Kita adalah sebuah ketiadaan
Ketidaksempurnaan yang selalu berangan

Kita terombang ambing di tengah terpaan badai
Meliuk ke kanan dan kekiri
Lalu berdansa kesana kemari
Hingga lemah tak berdaya lalu mati

Semua tercipta secara nyata
Tidak semu, tidak juga fana
Terpampang jelas dengan segala fakta
Tak menyadarinya, atau sekiranya kita buta ?

Kita mengira semuanya tak terarah
Dilakukan dengan semaunya dan terserah
Meski kasat mata, semua terhubung dengan benang merah
Tersusun secara rapi seperti pembuluh darah

Kita terus melahap secara gila
Hingga pada akhirnya kita resah
Hanya jasad dan ruh yang tersedia
Semua terjadi karena tumpulnya pisau yang tak pernah diasah

Mengaku sempurna atas segala ketidaksempurnaan
Mengejar sesuatu yang sesungguhnya tiada
Lalu mengelak dengan menyebutnya angan
Penutup manis menjadikannya alibi yang sempurna

Hazmi. Iskandar
Yogyakarta, 25 Desember 2010

Untukmu, yang tercinta...

Sekiranya apa yang dapat kuberi ?
Untuk bisa membuatmu terus tersenyum
Sekiranya mungkin aku ini orang yang amat beruntung
Hanya saja aku tak menyadarinya

Tubuh yang kau beri ini,
Dengan segala lebih dan kurangnya
Harus tetap kusyukuri
Karena kau sendiri yang memberi tak pernah menyesal

Aku merasa hina dengan segala hinaan dan cacian yang kadang mengalir deras dari lidahku
Segala keluh yang selalu kukatakan terhadap segala kekuranganmu
Aku merasa hina atas segala puji dan syukur yang kadang tak bisa kuucap
Pujian dan rasa terima kasih yang seharusnya kuucap terhadap segala lebihmu

Aku selalu bermimpi tinggi,
Suatu hari nanti bisa membahagiakanmu dengan materi
Namun, itu mimpi yang mungkin baru terwujud nanti
Lalu apa yang sekiranya dapat kuberi saat ini ?

Ibu, pantaskah aku atas apa yang ada di bawah telapak kakimu ?
Ibu, sesungguhnya aku hanya anak yang belum tahu balas budi bukan tidak
Ibu, sekiranya nanti kau telah tiada, izinkan aku untuk bisa menemuimu lagi
Ibu, sebelum kau tiada, izinkan aku untuk terus bisa membuatmu tersenyum bangga

Ibu
Hazmi. Iskandar
Yogyakarta, 22 Desember 2010

12 Desember 2010

Apa ?

Kembali ke Yogyakarta
Rasanya ada yang masih tersisa
Apakah itu rindu karena kita belum sempat berjumpa ?
Atau hanya rasa penasaran belaka ?

Apa ?
12 Desember 2010, Purwokerto
Hazmi Iskandar

09 Desember 2010

Sajak Sajak Terpinggirkan

Dalam gelap ia meringis kesakitan
Mencoba mengaduh namun tak sampai hati untuk bertindak gaduh
Ke daratan Jiran ia mengadu nasib
Namun sayang, malah malang yang datang...

Ia disiksa oleh mereka yang tak punya hati
Luka lebam dan lepuh terdapat dalam tubuh
Menyambung hidup niat awalnya, tapi apadaya, diputus begitu saja
Kini hanya tersisa berita dan amarah...

Sebutannya pahlawan, tapi mengapa dianggap seperti makhluk terbuang ?
Ia tidak jalang, bukan juga pecundang
Ia hidup penuh harap, bukan sama sekali tanpa arti
Berkeringat untuk tiap lembaran kertas bernilai...

Ia berdoa, kelak suatu saat dapat membuat bangga meski apa yang ia lakukan selalu dianggap remeh
Dalam darahnya tersemat beribu semangat
Dalam keringatnya terkandung harapan
Harapan dan semangat untuk membuat bangsa dan keluarga bahagia...

Apa kalian tak lihat itu ? Semangat, dan harap, tak lihatkah kalian ?
Tak berhargakah tiap kucuran darah yang kalian keluarkan dari tubuhnya ?
Tak ibakah kalian melihat banyak luka di tubuhnya ?
Dan, semurah ituklah harga untuk sebuah nyawa yang kalian layangkan ?

Semoga kelak, tuhan memberikan ganjaran yang setimpal untuk kalian yang dilukai dan melukai...

Untuk Mereka yang Tersiksa
24 November 2010, Yogyakarta
Hazmi Iskandar


##############

Senja di ibukota
Terendam dalam lautan tawa
Sesungguhnya tanpa makna
Hanya bahagia sesaat yang pebuh tipu daya...

Gemerlap, Menipu
Desember 2010, Jakarta
Hazmi Iskandar

20 November 2010

Merindu itu... Hak.

" Sudah pukul 3 pagi dan aku masih belum bisa tertidur lagi setelah terbangun dari tidur sebelumnya ". Ucap Tejo ketika terdiam sambil memandangi layar laptopnya. ia lekas keluar dari kamarnya dan membuat segelas kopi hangat untuk menjaga tubuhnya tetap hangat di malam yang dingin.

Sambil memangdangi langit yang gelap diluar jendela ia merenung. Tak sadar, sudah 4 tahun sejak ia pergi meninggalkan kota kelahirannya untuk mencari lembaran lembaran kertas berwarna yang berharga. itu semua ia lakukan untuk membalas jasa orang tuanya yang telah susah payah membiayai hidupnya dari kecil hingga menyandang gelar sarjana. " Aku sudah tak bisa lagi bergantung pada mereka, untuk apa ijazah ini aku kejar ? " ucapnya dalam hati ketika menyalakan sebatang rokok.

Ketika sedang berlancar di dunia maya ia teringat akan sebuah surat elektronik yang menyambangi kotak masuk e-mailnya beberapa hari yang lalu. Disitu tertulis alamat pengirimnya, yansyani@yahoo.com, sebuah nama yang tentu saja ia hapal, itu adalah alamat email milik adiknya, Suryani.

Tertulis dalam surat itu tentang kerinduannya akan Tejo, tidak, bukan hanya dia, tapi seluruh orang rumah merindukan sosok Tejo. Kadang, memang tejo merasa terganggu dengan si adik yang terlalu sering mengirimkan surat tersebut ke e-mailnya. Namun apa daya, ia tak bisa berbuat apa, ingin melarangnya tidak mungkin, dia adalah adiknya, sungguh jahat rasanya bila melarang adiknya untuk mengungkapkan rasa rindu akan kehadiran sosok seorang kakak yang terbiasa membimbing dan membantunya.

Rasa terganggu itu sebenarnya bukan apa apa, Tejo hanya merasa terganggu karena setiap kali ia membaca surat surat berisi ungkapan rindu itu ia menjadi teringat akan rumah. Membuatnya rindu masa masa kecil yang ia habiskan bersama keluarganya, tertawa bersama ketika sedang berkumpul, bercanda dengan ibu yang ia cintai, berdiskusi ringan dengan ayahnya yang ia kagumi, dan bermain bersama adik adiknya. itu semua membuatnya ingin segera kembali kerumah, merasakan nyamannya rumah sendiri, merasakan tenangnya berada dekat dengan seorang ibu yang biasa ada setiap kali ia sedang gundah, merasakan aman ketika berada dekat sang ayah, dan merasa disayangi oleh adik adiknya.

Lalu ia berpikir, bukankah dulu ia juga melakukan hal yang serupa terhadap Surti dan Ngatiyem setiap kali ia merasakan rindu kepada dua perempuan cantik itu, meski tidak sesering yang dilakukan adiknya. " Apa, mereka juga merasa terganggu dengana apa yang aku lakukan ? " Ucapnya ketika menyadari hal tersebut. ia pun merasa malu terhadap dirinya sendiri, " seharusnya aku berkaca dulu sebelum memberi komentar terhadap ketampanan pria lain. " Ucapnya dalam hati.

Ia sadar, merindu itu adalah sebuah hak yang dimiliki setiap orang, jadi ia tak bisa berbuat apa apa, karena tentu saja ia tak ingin haknya itu diganggu, ia tak ingin ketika ia sedang merindu dilarang-larang. Tak ada yang salah ketika sedang merindukan seseorang, mungkin yang salah hanya bagaimana cara mengungkapkannya. Merindu itu baik dan sah sah saja selama cara mengungkapkannya juga baik. Karena merindu itu adalah hak, dan hak yang baik adalah hak yang dijalankan dengan wajar dan bertanggung jawab.

Adik dan orang tuanya tak salah merindukannya, mengkhawatirkannya, itu hak mereka sebagai keluarganya. " Seharusnya aku mengerti hal itu. kini yang ku mau hanya pulang dan segera bertemu dengan dan menghabiskan waktu bersama mereka." Ucap tejo sambil mematikan rokoknya di asbak, lalu iapun kembali ke kasurnya dan mencoba untuk tidur kembali.



Jadi, sudahkan kalian merindu hari ini ? Jika belum, merindulah.

16 Oktober 2010

Simpel

Simpel, entah cocok atau ngga, tapi yang pasti, simpel adalah idealisme gw dalam hidup, moto hidup gw, pola pikir dan blablabla. Kenapa simpel ? Ya gw sendiri juga ngga tau, tapi yang pasti gw sih nyari kenyamanan aja, selama gw masih merasa nyaman, ya kenapa ngga ? Simpel aja.

Gw mikir, terkadang orang terlalu mengambil pusing sama apa yang di jalanin, mesti ini mesti itu, gw juga begitu, sama, gw juga mesti ini mesti itu, tapi ya gw simpel aja, kerjain tinggal kerjain, ngga tinggal ngga. Hidup ini kan cuma sekali dan buat apa di ambil pusing, meski gw tau gw punya banyak kewajiban, tapi gw juga kan punya banyak hak, jadi selama itu masih bisa gw lakukan secara seimbang, kenapa harus dipusingkan.

Idealis ? Selama ga menyusahkan orang banyak kenapa ngga ? Setiap orang punya pola pikir dan jalan hidupnya masing masing, gw mau begini ya begini, lo mau begitu ya begitu, untuk apa si dipusingkan ?

Tapi ya namanya manusia, kadang kan semuanya ga bisa begitu aja dijalanin secara gampang, jadi ya kadang gw juga ribet, ga simpel simpel amat, tapi ya gapapalah, simpel aja, ngerti lah sama yang kaya gitu.

Masa depan ? Apa gw ga takut seandainya masa depan gw nanti bakal ga jelas karena gw punya pola pikir kaya gini ? Well, simpel aja, takut ya takut, tapi kan, itu semua terserah gw, gw simpel aja, kalau gw mau bekerja keras buat masa depan gw, ya kerja keras, kalau ngga ya ngga. Simpel aja.

Eh, ini tulisan nyambung ga sih ? Ga tau deh, ya simpel ajalah, ga usah dibikin ribet :p

04 September 2010

Surat Cinta Untuk Surti

Sur, apa kabar mu disana? Aku harap kamu baik baik saja Sur.

Mungkin telah terhitung 1 tahun sejak kepindahanku ke selatan, dan tentu saja sudah selama itu juga kita tak bertemu, aku akui, aku merindukanmu Sur. Apa kamu juga merindukanku? Atau jangan jangan, kamu bahkan sudah lupa terhadapku Sur? Aku harap tidak.

Aku memang merindukanmu Sur, aku rindu melihat senyummu, tawamu, dan segalanya tentang kamu. Tapi, bersyukurlah aku, karena kini, meski terpisah jarak, hanya dengan sebuah piranti yang tercipta dari kecanggihan teknologi ini, aku sudah bisa melihatmu. Melihatmu, dari sebuah kotak kecil ajaib berwarna hitam putih bernama televisi.

Aku, sungguh tak menyangka Sur, kau mau kembali lagi meneruskan keahlian dan bakatmu dalam bernyanyi, serta memperkenalkannya kepada khalayak luas Sur. Kini, kau sudah menjadi seorang penyanyi terkenal Sur. Banyak orang kini mengagumimu, begitupun aku. Namun, mungkin yang membedakan antara aku dan mereka hanyalah, aku sudah mengagumimu bahkan sebelum kau menajdi penyanyi terkenal seperti sekarang ini. Aku sudah mengagumimu diluar dari keahlianmu dalam bernyanyi, aku telah mengagumimu sebelum parfum dan segala macam aneka rias menghiasi tubuhmu. Aku ulangi sekali lagi, aku mengagumimu terlebih karena sesuatu yang tak pernah bisa kusebutkan itu apa, sesuatu yang selalu membuatku merasa jatuh. apa mungkin itu kecantikan hatimu Sur? Aku tak pernah tau.

Kini, setiap kali ada sebuah tayangan yang menghadirkanmu, aku akan duduk tenang di depan kotak ajaib itu Sur, duduk tenang, menghayati penampilanmu, mengimajinasikan kamu benar benar sedang berada di depanku, menyanyikanku sebuah lagu untukku. Aku tak perduli meskipun itu lagu kebangsaan atau bahkan lagu heavy metal sekalipun, aku akan tetap menikmati apa yang kamu suguhkan Sur. Aku serius. Aku akan menikmatinya, aku akan menikmati setiap gerakan yang dibuat mulutmu, setiap keteraturan nafasmu, setiap kali kamu memejamkan mata, setiap kali kamu bergaya, dan tentu saja setiap lantunan lirik bernada itu keluar dari mulutmu.

Dengan rasa rindu yang menggebu, aku terus berdoa agar secepatnya bisa bertemu dengan mu,aku juga berdoa agar kau senantiasa diberikan kesuksesan. semoga saja, apa yang aku tuliskan disini bisa membantuku mengungkapkan rasa rinduku padamu sur. semoga kamu bisa terus berkarya dan tetap baik baik saja.


Dengan hormat,




Tejo