Setiap kali melihat hujan, yang terlintas di benakku adalah sosokmu yang kala itu ada bersama, menunggu hujan reda, dengan angan melayang jauh tentang masa depan kita, kamu dan aku. Sambil sibuk menyesap bau tanah yang basah, aku akan selalu memandang ke arah wajahmu, memperhatikan setiap detailnya, mencoba mencari suatu alasan mengapa aku tak bisa meninggalkanmu, mengapa kamu mau kembali menjadi rasa manis di setiap gelas susu hambar yang selalu ku konsumsi tiap harinya. Semuanya memang tak perlu dijawab, toh aku hanya bertanya kepada diriku sendiri,bukan kamu, atau yang lain.
Ada kalanya, aku benar benar merindukan sosokmu ada di sini, di sampingku ketika hujan datang, menghabiskan waktu melakukan hal hal aneh atau sekedar berbicara tanpa tujuan yang jelas. Tapi ya jelas saja itu tidak mungkin, kamu berada jauh di sana, ada jarak yang membuat kita terpisah dan sulit untuk dapat bertemu.
Aku tak pernah punya keberanian untuk terlebih dahulu mengucap rindu, meski sekedar mengirimimu pesan singkat dengan tulisan sesimpel “I miss you”. Aku bukan seorang yang pandai merangkai kata, ketika rindu, ya yang bisa kuucapkan rindu, ketika cinta ya cinta, meski nyatanya, aku tak bisa mengucapkannya kepada kamu, kamu yang mengumpamakan kehadiranku layaknya cappucino ice blended, entahlah itu minuman macam apa, yang biasa ku minum hanyalah segelas susu putih tanpa rasa.
Berbicara tentang rasa, rasa yang kurasa saat ini setelah kamu jauh. Rasa manis memang masih ada, namun, seperti ada yang hilang dari rasa manis itu, entahlah, aku tak bisa mengatakannya, ini bukanlah sesuatu yang bisa kuungkap lewat kata.
Sepertinya aku memang membutuhkanmu untuk selalu ada dekat denganku, melewati hari seperti saat kita dekat dan bersama dulu. Melengkapi rasa manis yang masih terrekam oleh memori di otakku.
Apakah kau juga merasakan hal yang sama sepertiku? Masihkah kau menganggapku layaknya cappucino ice blended? Rasanya ingin kembali bisa bersamamu, kembali bisa mereguk rasa manis dari masing masing diri kita, kamu kembali menikmati ice blended cappucino mu dan aku kembali menikmati segelas susu yang telah kau beri rasa manis.
Tejo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar