11 April 2011

Catatan Harian Tejo #2 "Memori"

Aku hanya bisa berbicara tentang memori ketika imajinasi yang kamu tuliskan. Memori tentang apa yang sudah kita lewatkan, baik bersama maupun tidak, tawa dan air mata, juga resah dan gundah. Bukan, bukannya aku tak bisa berkhayal, hanya saja ingatan tentangmu lebih banyak dan baik ketimbang segala fantasi yang kupunya. Dan aku sudah cukup senang ketika mengingatnya.

Adalah sebuah ekspektasi liar yang aku tak suka ketika aku mulai berimajinasi. Kamu tau? Ketika berimajinasi, pikiran kita bisa saja menjadi terlalu liar, semua hal bisa saja muncul di pikiranmu. Berbeda dengan memori, ia adalah sesuatu yang bisa dikendalikan, ia tak lagi liar karena terikat dengan masa lalu dan sejarah, sehingga ia tak akan berubah. Imajinasi, ia tak terikat, imajinasi merupakan sesuatu yang berhubungan dengan masa depan dan apa yang akan datang atau terjadi, tak ada satupun yang bisa memastikan. Itu mengapa ia bisa menjadi begitu liar dan tak terkendali. Namun, memori juga mempunyai kekurangan. Terlalu lama melihat ke belakang kadang kala membuat kita tak ingin melihat ke depan.

Ketika imajinasi dapat membuatmu bisa mencintaiku, maka memori yang membuatku melakukan hal yang sama dengan apa yang kamu lakukan. Memori mengingatkanku untuk lagi berbuat salah kepadamu, membuatku takut untuk kehilangan kamu untuk kedua kalinya, dan merasakan kamu ada di dekatku ketika hujan terus turun tanpa henti dan segelas susu tawar kehilangan hangatnya.

Imajinasi dan memori adalah dua hal yang berbeda. Tapi keduanya memiliki kesamaan bukan? Keduanya menciptakan kebahagiaan bagi masing - masing diri kita ketika berjauhan. Kamu dengan imajinasimu dan aku dengan memoriku. Masing - masing dari kita menciptakan kebahagiaan dengan segala yang kita mampu dan suka. Keduanyapun dapat menjadi satu, saling mengisi, dan menguatkan. Menciptakan sebuah kebahagiaan yang jauh lebih baik di atas yang mereka mampu perbuat ketika terpisah.

Sama halnya dengang Imajinasi dan memori, kita juga merupakan dua hal yang berbeda. Konon, kamu berasal dari Venus dan aku dari Mars. Tapi kita juga memiliki kesamaan, ada sebuah perasaan tak bernama yang membuat kita menjadi sama. Kemudian menjadi satu, saling mengisi, dan menguatkan, menciptakan kebahagiaan tersendiri yang jauh lebih baik bila dibandingkan dengan saat kita jauh dan terpisah. Sehingga bersama denganmu adalah sesuatu yang aku inginkan secara terus - menerus. Bersama dan bahagia.






Tejo..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar