04 September 2010

Surat Cinta Untuk Surti

Sur, apa kabar mu disana? Aku harap kamu baik baik saja Sur.

Mungkin telah terhitung 1 tahun sejak kepindahanku ke selatan, dan tentu saja sudah selama itu juga kita tak bertemu, aku akui, aku merindukanmu Sur. Apa kamu juga merindukanku? Atau jangan jangan, kamu bahkan sudah lupa terhadapku Sur? Aku harap tidak.

Aku memang merindukanmu Sur, aku rindu melihat senyummu, tawamu, dan segalanya tentang kamu. Tapi, bersyukurlah aku, karena kini, meski terpisah jarak, hanya dengan sebuah piranti yang tercipta dari kecanggihan teknologi ini, aku sudah bisa melihatmu. Melihatmu, dari sebuah kotak kecil ajaib berwarna hitam putih bernama televisi.

Aku, sungguh tak menyangka Sur, kau mau kembali lagi meneruskan keahlian dan bakatmu dalam bernyanyi, serta memperkenalkannya kepada khalayak luas Sur. Kini, kau sudah menjadi seorang penyanyi terkenal Sur. Banyak orang kini mengagumimu, begitupun aku. Namun, mungkin yang membedakan antara aku dan mereka hanyalah, aku sudah mengagumimu bahkan sebelum kau menajdi penyanyi terkenal seperti sekarang ini. Aku sudah mengagumimu diluar dari keahlianmu dalam bernyanyi, aku telah mengagumimu sebelum parfum dan segala macam aneka rias menghiasi tubuhmu. Aku ulangi sekali lagi, aku mengagumimu terlebih karena sesuatu yang tak pernah bisa kusebutkan itu apa, sesuatu yang selalu membuatku merasa jatuh. apa mungkin itu kecantikan hatimu Sur? Aku tak pernah tau.

Kini, setiap kali ada sebuah tayangan yang menghadirkanmu, aku akan duduk tenang di depan kotak ajaib itu Sur, duduk tenang, menghayati penampilanmu, mengimajinasikan kamu benar benar sedang berada di depanku, menyanyikanku sebuah lagu untukku. Aku tak perduli meskipun itu lagu kebangsaan atau bahkan lagu heavy metal sekalipun, aku akan tetap menikmati apa yang kamu suguhkan Sur. Aku serius. Aku akan menikmatinya, aku akan menikmati setiap gerakan yang dibuat mulutmu, setiap keteraturan nafasmu, setiap kali kamu memejamkan mata, setiap kali kamu bergaya, dan tentu saja setiap lantunan lirik bernada itu keluar dari mulutmu.

Dengan rasa rindu yang menggebu, aku terus berdoa agar secepatnya bisa bertemu dengan mu,aku juga berdoa agar kau senantiasa diberikan kesuksesan. semoga saja, apa yang aku tuliskan disini bisa membantuku mengungkapkan rasa rinduku padamu sur. semoga kamu bisa terus berkarya dan tetap baik baik saja.


Dengan hormat,




Tejo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar