28 Februari 2011

Sajak sajak Terpinggirkan #2

Ya, inilah kita
Terlahir di dunia nyata,
Menjadi manusia
Makhluk paling sempurna
Dengan jasad dan jiwa

Ya, inilah kita
Terlahir di dunia nyata
Menjadi manusia
Dengan segala rupa
Atas raga dan jiwa

Tapi,

Apa karena kita terlalu sempurna?
Sehingga rasa angkuh itu ada
Apa karena kita semua tak sama?
Sehingga rasa iri itu tercipta
Atau, karena kita memang manusia?

Karena kita memang manusia
Hazmi. Iskandar
Bogor, Februari 2011

###################

Butir demi butir terus berjatuhan
Mengisi ruang kosong yang berada di sisi seberang
Dari balik kaca ia terlihat tak begitu berarti
Hingga pada akhirnya nanti ruang kosong itu terisi
Membalik keadaan menjadi suatu yang sangat berarti
Membuat sesal menghampiri hati

Sesungguhnya ia tak dapat diukur dengan satuan ukur
Namun ketika sisi yang lain terisi semua menjadi terukur
Satu, dua, tiga, dan seterusnya
Ia beritahu berapa banyak yang telah dikonsumsi
Hingga pada akhirnya kita sadar
Begitu banyak yang telah terlewat

Banyak yang telah kita lewatkan
Tawa, kata, dan segala canda
Kini semua telah terganti
Airmata, caci, dan segala duka
Kini mengisi hari demi hari
Dan sesal terus saja menyelimuti hati

........
Hazmi. Iskandar
Yogyakarta, Januari 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar