Dalam gelap ia meringis kesakitan
Mencoba mengaduh namun tak sampai hati untuk bertindak gaduh
Ke daratan Jiran ia mengadu nasib
Namun sayang, malah malang yang datang...
Ia disiksa oleh mereka yang tak punya hati
Luka lebam dan lepuh terdapat dalam tubuh
Menyambung hidup niat awalnya, tapi apadaya, diputus begitu saja
Kini hanya tersisa berita dan amarah...
Sebutannya pahlawan, tapi mengapa dianggap seperti makhluk terbuang ?
Ia tidak jalang, bukan juga pecundang
Ia hidup penuh harap, bukan sama sekali tanpa arti
Berkeringat untuk tiap lembaran kertas bernilai...
Ia berdoa, kelak suatu saat dapat membuat bangga meski apa yang ia lakukan selalu dianggap remeh
Dalam darahnya tersemat beribu semangat
Dalam keringatnya terkandung harapan
Harapan dan semangat untuk membuat bangsa dan keluarga bahagia...
Apa kalian tak lihat itu ? Semangat, dan harap, tak lihatkah kalian ?
Tak berhargakah tiap kucuran darah yang kalian keluarkan dari tubuhnya ?
Tak ibakah kalian melihat banyak luka di tubuhnya ?
Dan, semurah ituklah harga untuk sebuah nyawa yang kalian layangkan ?
Semoga kelak, tuhan memberikan ganjaran yang setimpal untuk kalian yang dilukai dan melukai...
Untuk Mereka yang Tersiksa
24 November 2010, Yogyakarta
Hazmi Iskandar
##############
Senja di ibukota
Terendam dalam lautan tawa
Sesungguhnya tanpa makna
Hanya bahagia sesaat yang pebuh tipu daya...
Gemerlap, Menipu
Desember 2010, Jakarta
Hazmi Iskandar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar