Pagi itu, sekitar pukul tujuh.
Ditengah kesibukan, seperti biasa, pikiranku yang selalu difus, membuatku mengerjakan hal lain ditengah satu pekerjaan. Mengecek salah satu akun di situs jejaring sosial. Cek cek dan cek, tak ada yang baru dan menggemparkan, hanya baru yang biasa, permintaan teman, notifikasi yang tidak begitu penting, dan ah, ada yang janggal, kamu, tiba tiba saja muncul, dengan fotomu itu di layar buku catatan ku.
Namamu menjadi penarik perhatian diantara orang - orang lain yang berada di daftar orang - orang yang perlu ku ketahui. Lalu, instingku mengarahkan penunjuk ke arah namamu, mengkliknya, dan, klik, terbuka. Halaman profilmu muncul.
Aku ingat, kamu dulu pernah bilang tidak akan membuat akun di situs itu, " Gw males punya gitu gituan, ribet, lagipula pasti bakal jarang gw buka". Ucapmu waktu itu.
Ah itu memang tidak perlu dipermasalahkan, aku hanya berbicara.
Tapi satu hal yang pasti, pagi itu, aku tak mengarahkan penunjukku pada tab permintaan teman, karena, aku sudah menjadi temanmu, meski itu masih perlu dipertanyakan lagi atas masalah kita yang saat ini belum terjawab, entah kamu menganggap aku sebagai temanmu atau tidak.
Aku hanya memutar mutarkan penunjukku di halaman itu untuk beberapa menit lalu menutupnya sambil tersenyum.
Kamu berubah banyak setelah terakhir kali kita bertemu di sebuah kedai kopi, pada saat itu kamu masih terlihat seperti remaja belia, namun kali ini, terlihat lebih dewasa. Mungkin efek dari potongan rambutmu yang baru. Atau memang ternyata seperti itu? Setelah dua tahun, semua berubah, kamu dan keadaan disekitarmu, lalu apakah pertanyaan itu sudah dapat kamu jawab? Kalau belum juga tidak apa - apa, aku menunggu.
Kamu , bukanlah orang yang seharusnya aku tahu.
Tejo...
waaaaah amiiiiiiii, nyakitin bacanyaaaa -_-
BalasHapusHah iya apa mon? haha
Hapus