25 Juni 2010

Syair yang Tertinggal

Gw menemukan ini, ketika ngebuangin file file yang tidak berguna dari pc gw. Jadi gw post disini aja buat sekedar ngeshare.

#####

Kali ini gelap benar benar datang
Datang dan menghapus terang
Kelam kini mengisi hati
Mengisinya dengan penuh benci

Dengan brutal, ia membuatku dipenuhi dengki
Penuh dengki hingga yang ku mau hanya ingin memaki
Putih yang dulu bersinar kini hilang
Hilang diterkam sang gelap yang berang

Dimana para terang yang biasa menghapus gelap?
Entah mengapa? semua kini menjadi senyap
Dimana putih yang biasa menerangi hati?
Entah kenapa? semua terasa mati

Gelap, beriku sebuah amarah
Buatku hilang arah
Gelap, beriku sebuah duka
Buat harapku sirna

Gelap datang dan menghitam
Membuat hati menjadi kelam
Gelap datang terlalu cepat
Membuat hati seperti berkarat


Hazmi. Iskandar
Gelap
Bogor, Mei 2010

#####

Akan datang suatu masa dimana jahiliyah kembali menguasai dunia
Suatu masa dimana orang orang tak lagi perduli siapa mereka sebenarnya
Masa dimana pahala tak lagi berarti di mata manusia
Dan dosapun, menggantikan kedudukannya

Akan datang suatu masa dimana para umat akan berlomba mengaku
Berlomba mengaku menjadi hipokrit hipokrit yang nyatanya tak bermutu
Akan datang masa dimana para pandir mengaku pintar
Dan para orang pintar diangap pandir

Ketika kezaliman dilazimkan
Yang ada hanya keburukan keburukan
Para umatpun akan saling mengumpat
Saling mengumpat sampai mereka terlumat

Akan datang suatu masa dimana semua akan hancur
Hancur tak bersisa, bagai dilebur
Datang suatu masa dimana takdir akan diselesaikan
Selesai tanpa satupun pengampunan

Ketika baik dan buruk terlihat saru
Hatipun seperti membeku
Ketika yang zalim itu lazim
Takkan ada lagi istilah alim

Maka hancurlah kita
Leburlah kita
Luluhlah kita
Lantaklah kita

Disama ratakan dengan kotoran


Hazmi. Iskandar
Masa ( untuk dunia dan penghuninya yang sudah mulai menggila )
Bogor, April 2010

#####


Kau anggap itu sebuah kebenaran tapi bagiku itu sebuah dusta
Kau janjikan mereka surga, surga imitasi
Sebuah dogma yang menyesatkan, tertata rapi layaknya skenario
Tercetak biru dalam bait bait penyesatan penuh laknat

Topeng emas yang kau gunakan hanya untuk tutupi karat yang memenuhi mukamu
Kata kata mutiara yang kau ucapkan tak lebih dari sumpah serapah
Sebar dusta penuh laknat, lewat untaian puisi yang menyesatkan
Kau adalah seorang yang didustakan oleh apa yang kau dustai

Merekayasa sebuah dosa, jadikan itu pahala
Dasar kau pendusta
Anggap dirimu seorang dewa, tapi nyatanya kaulah sang dajjal


Hazmi. Iskandar
Pendusta Bertopeng Emas
(untuk para orang gila yang mengaku sebagai utusan Tuhan)
Bogor, Desember 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar