Aku bertemu dengannya lagi dalam mimpiku. Apa kamu serius? Tolonglah, aku sendiri sudah beberapa hari ini tidak bermimpi. Apa aku jatuh cinta kerena bermimpi tentang seorang wanita? Apa jatuh cinta bisa didefinisakan dengan kata kata? Seandainya iya, aku mau kau mendeskripsikannya untukku. Kenapa mau? Apa kamu akan mengerti? Entahlah, aku hanya berusaha sok tahu saja, mungkin saja berawal dari ke sok tahuan ku, bisa berujung ke pengertian.
Apa yang sedang kamu bicarakan? Aku tak mengerti? Wah, aku sendiri juga tak mengerti, itu semua keluar begitu saja, apa itu salah? Salah? Mengapa bisa salah? Definisi salah itu menurtmu memang apa? Aku tak tahu, kan aku sudah bilang, itu keluar begitu saja, sudahlah, berhenti menanyaiku dengan pertanyaan aneh. Seharusnya kau yang berhenti, mengapa harus aku? Hey, tunggu kita tidak akan pernah tahu siapa yang memulai? Bagaimana bisa tidak tahu? Apa kau ini bodoh? Entahlah? Aku belum bisa menemukan sebuah kecocokan untuk mengungkapkan apa yang ingin kukatakan. Maksudmu apa? Aku tak mengerti? Apa kau sedang mabuk? Tapi setahuku kau sudah tak meminum minuman beralkohol lagi. Hey aku memang sedang tidak mabuk, spekulasi mu terlalu jauh.
Kamu, bisakah kamu menolongku? Menolong apa? Entahlah, aku sendiri tidak tahu apakah aku butuh pertolongan, hanya ingin menanyaimu pertanyaan itu saja. ya, mulai lah kebiasaan aneh mu itu. Hey tunggu, apa aku terlihat tampan? Menurutmu? Kenapa kau harus menanyakan hal itu? Ayolah lihat aku! Lihat lah ke cermin besar yang berada disana! Ah, untuk apa aku harus melihat kecermin, bukankah ada kau disini yang bisa memberiku penilaian lain. Apa kau ini bodoh? Kita adalah orang yang sama, bertanya padaku sama saja kau sedang melihat ke cermin dan memberi penilaian sendiri terhadap apa yang kau lihat dicermin, atau bisa kubilang, menilai diri sendiri. Lalu untuk apa kau menyurhku pergi ke cermin dan menilai sendiri penampilan ku. Mungkin saja kau bisa member penilaian lain.
Ah, sudahlah, hentikan saja semua pembicaraan anehmu, aku tak mengerti, tapi seharusnya seaindainya aku tak mengerti, bukankah kau juga tak mengerti? Ah itu dia, aku tak mengerti tentang hal itu, dan sepertinya karena aku juga tidak mengerti kita menjadi impas. Hmm, baiklah, ku hitung itu sebagai impas.
*********
Mungkin ini memang sangat absurd, ya namanya juga obrolan sama diri sendiri, hha
lagi bingung mau posting apa, jadi ya, posting tulisan ini aja :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar